Sebulan sebelum pergi ke Korea teman saya pernah bilang bahwa 70% daratan di Korea adalah gunung. Itulah mengapa di banyak drama Korea seringkali diperlihatkan kompleks rumah dengan jalan naik turun bak di gunung. Ditambah lagi dia bilang bahwa jalan ke apartemen rumahnya pun menanjak seperti naik gunung.
Setengah jam pertama setelah keluar bandara saya belum melihat yang teman saya bilang sebagai 'gunung'. Memang terdapat beberapa gundukan tanah yang menyembul, tapi terlalu kecil bahkan untuk disebut sebagai 'bukit'. Selain itu jalanan di kota juga dikelilingi oleh tebing-tebing di kanan kirinya yang tingginya sekitar gedung 7 lantai, sehingga saya menyimpulkan bahwa tebing itu adalah bagian dari 'bukit'.
"Ini bukit apa?" Tanya saya iseng ke teman saya.
"Bukit? Bukit mana?"
"Ini!" *menunjuk kanan kiri jalan ke tebing-tebing dan gundukan tanah menyembul*
"Loh itu bukan bukit, itu gunung!"
Tetooottt...
sebagai orang Indonesia yang tahu seberapa menjulangnya Gunung Semeru (yang meskipun bukan gunung tertinggi di Indonesia), saya takjub bahwa gundukan tanah dan tebing-tebing yang tinggi dan luasnya bahkan jauh lebih kecil dari bukit teletubies di Bromo disebut sebagai GUNUNG.
Usut punya usut, dalam wikipedia dituliskan bahwa gunung tertinggi di Korea Selatan adalah Hallasan yang terletak di Pulau Jeju. Itupun tingginya hanya 1.950 m, tidak lebih tinggi dari Bromo yang tingginya 2.329 m dan Semeru (3.676 m).
Pelajaran IPS di kelas 6 SD mengajarkan
Manila adalah ibukota Filipina. Yang berarti dalam penulisan alamat kota Manila
akan disebutkan terlebih dahulu sebelum nama negara Filipina.
Namun ada satu hal yang
mengganjal saat saya menerima alamat hotel kami yang ternyata terletak di Pasig
City, Manila. Wait a second.
Penulisan Manila yang ada di belakang Pasig City menandakan Manila sebagai
sebuah negara. Tapi bukankah Manila adalah sebuah kota???
Saya sempat bingung dan merasa
panitia memberi alamat yang salah (padahal mereka orang pilipin, bukan saya.
Sotoynya saya haha). Saya sempat bingung juga bahwa ternyata kami memang
menginap di Manila. Jadi dimanakah Pasig City berada?
Usut punya usut ada dua macam
Manila di Filipina. Manila sebagai kota dan Manila sebagai kota metropolitan. Manila
yang kami tempati adalah Manila sebagai kota metropolitan (Metro Manila) yang
ternyata memiliki 16 kota, diantaranya Pasig City dan Manila City. Sistemnya
mirip seperti Metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang terdiri dari Jakarta dan
beberapa kota lain.
Penampakan Manila itu 11-12 dengan Jakarta, which is cukup mengejutkan buat saya yang saat itu berpikir mungkin Manila lebih mirip dengan Surabaya. But no, it's more like Jakarta bahkan hawanya yang panas lembab.
Traffic is the least thing I like about Manila #pft. Menurut teman saya yang tinggal di Jakarta macetnya Manila lebih parah dari Jakarta. Bila macet Jakarta terjadi pada jam-jam tertentu, macet di Manila terjadi 24 jam! Dari pagi kami bangun sampai malam yang terlihat adalah jajaran mobil dan jepney berebut ruang di jalanan. Oh gosh lol. Mending jalan panas-panas deh kalau jarak tempuh dekat LOL.
A photo posted by arinapradh • [∆¶] • (@arinapradh) on
Bawalah koyo saat berpergian untuk berjaga-jaga jika terjadidemam, nyeri otot, sakit pinggang (encok), atau sakitlainnya.
Waktu bepergian saya sempat membawa satu kantong koyo cabe karena waktu
itu sedang tidak enak badan. Alhasil dalam seminggu saya telah
menghabiskan 7 dari 10koyo yang ada. 2 koyo lain dipakai oleh teman-teman saya waktu itu juga sempat mengalami nyeri otot dan mual. See, it's super useful!
Pantai Pandawa merupakan pantai berpasir putih yang terletak di Kabupaten Badung di bagian selatan Pulau Bali. Pantai ini sampai saat ini masih menjadi pantai favorit saya di Bali (belum banyak yang saya kunjungi d Bali) karena pasir putihnya dan laut toskanya. TSANTIIKK!!!
Pantai ini sepertinya dibagi menjadi dua bagian: yang ramai banget dan yang tidak terlalu ramai. Alhamdulillah pada waktu itu kami berkunjung ke bagian pantai yang masih sepi yang terletak di sebelah kiri.
Untuk mencapai bagian pantai yang sepi, beloklah ke kiri (karena kalau ke kanan ke parkiran umum yang akhirnya ke bagian pantai yang ramai) mengikuti patung mas-mas anggota boyband Pandawa. Ikuti saja jalan sampai akhirnya terdapat pendopo kecil tempat parkir kendaraan. Akan ada jalan turun menuju pantai yang dipenuhi dengan bebatuan. Ikuti jalan dan voilaaa....
Anyway, berhati-hatilah menaruh barang. Waspadalah dengan ombak yang meninggi tiba-tiba agar barang Anda tidak menjadi korban terjangan ombak. Ceritanya saat itu kami sedang asyik menikmati pantai sambil foto-foto (biasalah). Saat itu saya masih memakai Galaxy Tab 2 yang kameranya tidak semumpuni kamera milik teman-teman. Jadilah saya dengan semena-mena menggeletakkan HP di pinggir pantai yang saat itu juga ombaknya tidak terlalu tinggi dan foto2 dengan hape teman. Tak lama kemudian ombak tiba-tiba meninggi dan byur.......
Saya sempat takjub dengan ombak yang tiba-tiba meninggi sebelum akhirnya ingat dengan HP saya. Namun sayang, air laut keburu menerjang sebelum saya bisa menyelamatkan si HP. Sehingga....
Tapi sejujurnya saya juga tidak terlalu sedih karena pemandangan Pantai Pandawa yang terlalu bagus untuk membuat saya sedih, meskipun akhirnya saya harus kembali pakai hape lawas yang cuma bisa SMS dan telpon.
Anyway, Yap. berkunjunglah ke Pantai Pandawa.. I like it better than Seminyak hahahahha
Salah satu bagian dari Gyeongbokgung Palace yang menjadi tempat raja mengadakan pesta
Cerita dari @ouijetevois yang
waktu itu sempat magang di sebuah tourism agency di Yeoui-do, Seoul, Korea.
Pada jaman baheula Dinasti Goryeo
adalah dinasti yang berkuasa di Korea setelah berhasil menggabungkan tiga kerajaan
akhir Korea (Silla, Baekjae, dan Hugoguryeo). Dinasti ini berkuasa dari tahun
918-1392. Pada masa ini Korea mulai dikenal oleh dunia internasional dengan
nama ‘Goryeo’.
‘Goryeo, Goryeo, Goryeo’
Nama Korea kemudian diambil sebagai adaptasi
dari ‘Goryeo’ mengingat nama ini lebih dahulu dikenal oleh dunia internasional
ketimbang Dinasti Joseon yang berkuasa setelah dinasti Goryeo dan lebih
terkenal dari Dinasti Goryeo.
Saat itu saya dan teman kerja
sedang makan di restoran India yang terletak di Sincheon, Seoul (makanannya
India bangeett heemmm cucokkss!). Tepat di meja sebelah kami duduklah sepasang
muda mudi yang juga sedang asyik menikmati makanannya om Sharukh Khan.
Sebagai seseorang yang suka
memperhatikan cara berpakaian orang, saya pun iseng memperhatikan pakaian si mas
yang memang fashionable serba hitam dari atas sampai bawah (semacam gabungan mas-mas
yang paling depan dan nomer 2 dari belakang pada gambar di bawah ini), berbeda
dengan si mbak yang biasa aja. Namun ada satu hal mencolok dari dandanan si mas:
topi lebarnya. Persis seperti topi
lebar mas-mas Shinee berikut ini:
ngambil gugel
Awalnya saya mengira ini adalah
hal biasa di Korea untuk pakai topi dalam ruangan mengingat banyak juga
artis-artis yang biasanya menyertakan topi sebagai aksesoris fashion
(kebanyakan nonton Kpop). But, wait a
second. Kayaknya topinya juga ga segede ini deh.
Tiba-tiba saya teringat beberapa
artis kpop yang terkadang memakai aksesoris macam topi, masker, kacamata, scarf
saat ‘menyamar’ alias jika tidak ingin wajahnya yang sudah mencolok terlihat
mencolok di public (meskipun kadang tetep aja ketauan karena cara berpakaiannya
jadi terlihat mencolok).
Dandanannya yang serba hitam dan
necis, terutama dengan topi lebarnya yang terkesan menutupi sebagian wajahnya
biar susah dikenal orang….. MUNGKINKAH mas itu adalah artis???????? *picing-picing mata*
Dan karena dia sama mbak-mbak… MUNGKINKAAHHH
Mereka sedang diam-diam pacaran???? *zoom in**picing-picing mata*
Saya berpikir untuk
menghapal wajah si mamas just in case kalau nanti tiba-tiba bener-bener
terlihat di Yutup saya bisa pamer kalau pernah duduk di meja sebelahnya di
restoran. Tapi lupakan, saya sudah lupa wajahnya LOL.
Yasudahlah, sekian cerita kurang
penting ini. Kamsahamnida Anyyeooongg!!!!
starbucks insadong, sempet kesini beli green tea latte
Thanks to bapak dosbing yang ngasih seabreg jurnal tentang kopi, akhir-akhir ini aku jadi kepo tentang kopi LOL.
Bicara tentang kopi selalu membuat aku teringat tentang pengalaman minum kopi selama di Korea Selatan kemarin-kemarin. FYI, South Koreans are mad about coffee! Sampai-sampai bisa kukatakan pengalaman kemarin selama ke Korea 2 minggu wasthe most caffeinated time in my life! Aku yang biasanya belum tentu seminggu sekali minum kopi tiba-tiba menjadi daily coffee drinker dengan rata-rata konsumsi kopi 1-4 cup per hari saking seringnya ditawari minum kopi LOL.
The most coffee I consumed during the stay was latte. Salah satu
alasan lebih memilih latte adalah karena aku kapok minum kopi tanpa
cream di Korea. Pernah suatu hari aku ditawari minum kopi dan diminta
memilih beberapa jenis kopi seperti latte, Americano, dll yang
sebenarnya aku gatau bedanya LOL. Nah karena sering denger dan merasa
belum pernah coba dan berasa namanya keren, kupilihlah Americano dengan
harapan kopinya kece badai. Ternya eh ternyata pas dikasih ke aku
barulah aku tahu Americano itu kopi item tanpa cream maafkan ke-kudet-an hamba. Dan FYI, Koreans love the original taste of a drink and are SUGARLESS! Jadilah aku minum Americano si kopi item tanpa gula dan creamer. PAIT!
yang sering muncul di credits drama korea
Ediya, salah satu yang sering ditemui di jalanan Seoul
nb: karna saya gapunya dokumentasi pribadi kedai kopi di Seoul, jadinya gambar2 diatas semua credits to google ya ^^
Bicara tentang kedai kopi, Seoul adalah sruganya. You can find it just everywhere! Di setiap belokan, jalan, gang, mall, gedung, just everywhere! Bahkan dalam satu ruas jalan bisa ditemui beberapa coffee shop mulai dari yang foreign franschise seperti Starbucks sampai yang local brand
macam Paris Baguette (yang sering nonton drama pasti tau), Caffe Benne,
Tom n Toms, Angelinus Coffee, Ediya Coffee. Bahkan sebuah jurnal
(asekk) mengatakan bahwa pada tahun 2004 aja ada 800an kedai kopi di Seoul! Madness!
Saking banyaknya sampai-sampai di satu blok aja bisa terkadang bisa
ditemui 2 kedai kopi dengan brand yang sama yang ga jauh dari situ pun
masih ada jajaran kedai kopi dengan brand lain lagi. Aku dan temenku pun
sampai-sampai made a joke bahwa hanya ada dua jenis toko di Seoul: kedai kopi dan toko kosmetik! LOL
Baiklah,
sekian dulu ya cerita kopi-kopian di Seoul. Semoga bermanfaat terutama
bagi pecinta kopi dan yang ingin atau akan ke Korea :D Kalau kesana
pastikan deh mengunjungi toko kopinya dan juga cobain kue2nya karna enak
bangeeeettttt LOL
Alright then, have a nice day everyone! Aku harus siap2 ngampus LOL
also the blogger of notedbyarina.blogspot.co.id Contents in this blog is based on author's own experience and knowledge, otherwise cited. Please use with credits.
Semoga bermanfaat yaaa Terimakasih banyak sudah membaca :D