Hmm cantik kan.. itu gambar langit kemarin malam loh pas hujan meteor orionids lagi puncak-puncaknya. Meski harus krukupan jaket tebal karena dinginnya angin malam tapi saya bahagia diberi kesempatan menyaksikan dua buah bintang jatuh yang lewat dengan super cepatnya. (foto diambil oleh @grcanno , maklum kamera saya kurang mumpuni buat ambil gambar begitu :()
Dinamakan hujan meteor Orionids karena titik kemunculannya terlihat berasal dari rasi bintang Orion yang berada di langit sebelah timur. Hujan meteor ini terjadi karena bumi melintasi bidang puing komet yang dalam hal ini adalah komet Hayley yang terakhir terlihat pada tahun 1986 (saya belum menyembul). Hujan meteor Orionid terjadi setiap tahun, utamanya di bulan Oktober.
Ini adalah kali kedua saya melihat bintang jatuh. Sebelumnya beberapa tahun lalu saat saya lagi tidur di hutan (iya, tidur di hutan) tapi saya masih bimbang apakah itu beneran bintang jatuh.
Anyway, I feel very happy an honored to be given the opportunity to witness the night sky show. And am looking forward to have some more in the upcoming years :D
Masyaallah sekali yang saya lihat malam ini: RED MOON!
Subhanallah alhamdulillah iseng-iseng naik ke lantai 2 tiba-tiba dipertemukan dengan pemandangan yang beberapa bulan sekali ini.
Menurut mbah gugel sebenarnya hari ini tidak ada jadwal gerhana atau apapun. Hal ini sempat membuat saya bingung karena jadwal gerhana pada 19 Oktober terjadi taun 2013. Apa jangan2 saya kembali ke masa lalu? Ga mungkin lol.
Karena penasaran apakah ini cuma mata saya dan adik (yang lagi enak2an tidur terpaksa dibangunin) atau emang ada fenomena red moon saya pun ngecek di instagram #redmoon. Dan ya... Terdapat foto dari Korea dan Jepang yang juga mengupload gambat red moon. Bedanya bulan jauh lebih besar disana ketimbang disini. Pasti keren banget kalau disini juga gede. HIKS!
Sepertinya red moon yang saya lihat adalah akhir dari siklusnya karena setelah itu bulan tidak terlihat lagi... Ataukah nanti akan terlihat?????
Saya suka dengan perairan berwarna toska. Entah biru toska atau hijau toska. Dan siapa sangka ga perlu jauh-jauh ke pantai yang bisa sampe beberapa jam perjalanan, tidak jauh dari rumah saya terdapat sumber air cantik berwarna toska yang cukup ditempuh selama 15 menit! (Kemana aja saya sekarang baru tau :/)
Sumber air ini terletak di Tajinan, Malang dan disebut sebagai Sumber Mata Air Jenon. Tempatnya pun cukup mudah diakses dan bahkan ada di Google Map. Lokasi Sumber Jenon dapat diketahui dari patung ikan dengan ukuran besar yang di sebelah kanannya terdapat jalan menurun yang langsung menuju Sumber Jenon. Ingat, berhati-hatilah karena jalannya cukup curam dan cukup rusak.
Setiba di Sumber Jenon kita akan disambut dengan kolam berukuran... lumayan gede lah.. yang juga digunakan untuk berenang oleh banyak pengunjung. Katanya kolam ini dalamnya sampai 4 meter! (Udah ngeri duluan) Sayangnya karena sebelumnya tidak direncakan kami jadi tidak bawa baju ganti dan terpaksa hanya lihat-lihat sambil cekrak-cekrik. Bagi yang tidak bisa berenang (seperti kami bertiga) Anda bisa memakai ban yang disewakan oleh penduduk sekitar atau hanya kecipak-kecipik di bagian yang dangkal. Oh iya.. Jangan heran kalau Anda mungkin juga bakal menemukan mbak mbak dan mas mas yang nyebur sambil sampoan.
Tapi tenang, meski demikian air Sumber Jenon tetap bersih dan jernih sehingga kita melihat bagian dasar dari kolam. Bahkan kita juga bisa melihat ikan-ikan mulai dari yang sepanjang jari sampai yang sebesar betis orang dewasa. Semuanya kelihatan! Comel la!!! Bahkan menurut sumber yang temen saya baca, konon jumlah ikan yang ada di sumber tersebut selalu sama (rajin banget sensus ikan).
Meski hanya sebentar karena kesana pada waktu sore menjelang maghrib kami cukup senang, bahkan berencana kembali ke sini atau mengunjungi sumber air lainnya di Malang.
Pertama kali keluar dari Bandara Incheon saya dibuat takjub oleh pemandangan di kiri kanan sepanjang jalan tol yang dihiasi oleh perairan yang bagi saya lebih luaaas dari yang saya sebut sebagai 'sungai' di Jawa. Saking luasnya saya mengira itu adalah laut. But nope, it's a river.
Dalam wikipedia dituliskan bahwa panjang Sungai Han mencapai 514 km dengan lebarnya 1 km! Jangan salahkan saya kalau salah menyangka sungai Han sebagai laut.
Sungai Han atau dalam Bahasa Korea disebut Han-gang ('gang' artinya sungai) membelah Seoul menjadi 2 bagian: Utara dan Selatan. Bagian Utara dikenal sebagai Gang-buk ('buk': utara) tempat dimana saya singgah (magang di Jongno-gu yang merupakan pusat bisnis, tinggal di Hongeun-dong).
Bagian selatan merupakan daerah yang populer sebagai sarangnya penduduk kaya Korea dan menjadi populer karena lagu Psy. Yap, it's GANGNAM!
Sekarang sudah tau kan dari mana asal kata gangnam?
Sebulan sebelum pergi ke Korea teman saya pernah bilang bahwa 70% daratan di Korea adalah gunung. Itulah mengapa di banyak drama Korea seringkali diperlihatkan kompleks rumah dengan jalan naik turun bak di gunung. Ditambah lagi dia bilang bahwa jalan ke apartemen rumahnya pun menanjak seperti naik gunung.
Setengah jam pertama setelah keluar bandara saya belum melihat yang teman saya bilang sebagai 'gunung'. Memang terdapat beberapa gundukan tanah yang menyembul, tapi terlalu kecil bahkan untuk disebut sebagai 'bukit'. Selain itu jalanan di kota juga dikelilingi oleh tebing-tebing di kanan kirinya yang tingginya sekitar gedung 7 lantai, sehingga saya menyimpulkan bahwa tebing itu adalah bagian dari 'bukit'.
"Ini bukit apa?" Tanya saya iseng ke teman saya.
"Bukit? Bukit mana?"
"Ini!" *menunjuk kanan kiri jalan ke tebing-tebing dan gundukan tanah menyembul*
"Loh itu bukan bukit, itu gunung!"
Tetooottt...
sebagai orang Indonesia yang tahu seberapa menjulangnya Gunung Semeru (yang meskipun bukan gunung tertinggi di Indonesia), saya takjub bahwa gundukan tanah dan tebing-tebing yang tinggi dan luasnya bahkan jauh lebih kecil dari bukit teletubies di Bromo disebut sebagai GUNUNG.
Usut punya usut, dalam wikipedia dituliskan bahwa gunung tertinggi di Korea Selatan adalah Hallasan yang terletak di Pulau Jeju. Itupun tingginya hanya 1.950 m, tidak lebih tinggi dari Bromo yang tingginya 2.329 m dan Semeru (3.676 m).
Pelajaran IPS di kelas 6 SD mengajarkan
Manila adalah ibukota Filipina. Yang berarti dalam penulisan alamat kota Manila
akan disebutkan terlebih dahulu sebelum nama negara Filipina.
Namun ada satu hal yang
mengganjal saat saya menerima alamat hotel kami yang ternyata terletak di Pasig
City, Manila. Wait a second.
Penulisan Manila yang ada di belakang Pasig City menandakan Manila sebagai
sebuah negara. Tapi bukankah Manila adalah sebuah kota???
Saya sempat bingung dan merasa
panitia memberi alamat yang salah (padahal mereka orang pilipin, bukan saya.
Sotoynya saya haha). Saya sempat bingung juga bahwa ternyata kami memang
menginap di Manila. Jadi dimanakah Pasig City berada?
Usut punya usut ada dua macam
Manila di Filipina. Manila sebagai kota dan Manila sebagai kota metropolitan. Manila
yang kami tempati adalah Manila sebagai kota metropolitan (Metro Manila) yang
ternyata memiliki 16 kota, diantaranya Pasig City dan Manila City. Sistemnya
mirip seperti Metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang terdiri dari Jakarta dan
beberapa kota lain.
Penampakan Manila itu 11-12 dengan Jakarta, which is cukup mengejutkan buat saya yang saat itu berpikir mungkin Manila lebih mirip dengan Surabaya. But no, it's more like Jakarta bahkan hawanya yang panas lembab.
Traffic is the least thing I like about Manila #pft. Menurut teman saya yang tinggal di Jakarta macetnya Manila lebih parah dari Jakarta. Bila macet Jakarta terjadi pada jam-jam tertentu, macet di Manila terjadi 24 jam! Dari pagi kami bangun sampai malam yang terlihat adalah jajaran mobil dan jepney berebut ruang di jalanan. Oh gosh lol. Mending jalan panas-panas deh kalau jarak tempuh dekat LOL.
A photo posted by arinapradh • [∆¶] • (@arinapradh) on
Bawalah koyo saat berpergian untuk berjaga-jaga jika terjadidemam, nyeri otot, sakit pinggang (encok), atau sakitlainnya.
Waktu bepergian saya sempat membawa satu kantong koyo cabe karena waktu
itu sedang tidak enak badan. Alhasil dalam seminggu saya telah
menghabiskan 7 dari 10koyo yang ada. 2 koyo lain dipakai oleh teman-teman saya waktu itu juga sempat mengalami nyeri otot dan mual. See, it's super useful!
also the blogger of notedbyarina.blogspot.co.id Contents in this blog is based on author's own experience and knowledge, otherwise cited. Please use with credits.
Semoga bermanfaat yaaa Terimakasih banyak sudah membaca :D