Peso Filipina yang katanya semakin besar nominalnya semakin sumringah bapak-ibu yang ada di gambar (gajuga sih). Sumbernya dari sini
Assalamualaikum Ladies and gentlemen...
Hari-hari sebelum keberangkatan ke Filipina merupakan hari yang super hectic bagi saya yang waktu itu berniat untuk segera menyelesaikan skripsi by October (meskipun akhirnya molor lagi T.T). Saking sibuknya kesana kemari saya sampai ga sempat tukar duit dari rupiah ke peso, bahkan ga sempat buat minta tolong ditukarin. Pada akhirnya saya berangkat ke Filipina dengan pikiran sotoy, "nanti aja tukar uang disana."
Hari-hari pertama peso masih belum dibutuhkan mengingat saya juga belum berniat jajan apa-apa. Pada malam hari kesekian kami memutuskan untuk pergi ke mall dengan tujuan lihat-lihat Filipina sekalian beli oleh-oleh. Bermodalkan informasi dari teman yang katanya di mall ada money changer, saya pun dengan jumawa membawa lembaran-lembaran rupiah yang sempat tertimbun di koper. Setelah berjalan sekian menit kami akhirnya sampai di mall sekitar pukul 21.00 dan langsung mencari money changer.
Disinilah kegelisahan mulai muncul: counter Money Changer sudah tutup! Ada apa gerangan padahal mall belum tutup? Rupanya money changer di seluruh mall tutup pukul 20.00. Karena sama sekali tidak bawa Peso dan dolar tertinggal di kamar, terpaksalah saya ngutang.
Sepulangnya dari mall, karena kapok tidak segera menukarkan uang di money changer, saya langsung pergi ke lobby hotel yang notabene katanya bisa tukar duit. Tidak lupa saya pulang kamar dulu untuk mengambil dolar. Setibanya di lobi hotel saya menanyakan apakah bisa tukar rupiah dan ternyata
Pelajaran IPS di kelas 6 SD mengajarkan
Manila adalah ibukota Filipina. Yang berarti dalam penulisan alamat kota Manila
akan disebutkan terlebih dahulu sebelum nama negara Filipina.
Namun ada satu hal yang
mengganjal saat saya menerima alamat hotel kami yang ternyata terletak di Pasig
City, Manila. Wait a second.
Penulisan Manila yang ada di belakang Pasig City menandakan Manila sebagai
sebuah negara. Tapi bukankah Manila adalah sebuah kota???
Saya sempat bingung dan merasa
panitia memberi alamat yang salah (padahal mereka orang pilipin, bukan saya.
Sotoynya saya haha). Saya sempat bingung juga bahwa ternyata kami memang
menginap di Manila. Jadi dimanakah Pasig City berada?
Usut punya usut ada dua macam
Manila di Filipina. Manila sebagai kota dan Manila sebagai kota metropolitan. Manila
yang kami tempati adalah Manila sebagai kota metropolitan (Metro Manila) yang
ternyata memiliki 16 kota, diantaranya Pasig City dan Manila City. Sistemnya
mirip seperti Metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang terdiri dari Jakarta dan
beberapa kota lain.
Penampakan Manila itu 11-12 dengan Jakarta, which is cukup mengejutkan buat saya yang saat itu berpikir mungkin Manila lebih mirip dengan Surabaya. But no, it's more like Jakarta bahkan hawanya yang panas lembab.
Traffic is the least thing I like about Manila #pft. Menurut teman saya yang tinggal di Jakarta macetnya Manila lebih parah dari Jakarta. Bila macet Jakarta terjadi pada jam-jam tertentu, macet di Manila terjadi 24 jam! Dari pagi kami bangun sampai malam yang terlihat adalah jajaran mobil dan jepney berebut ruang di jalanan. Oh gosh lol. Mending jalan panas-panas deh kalau jarak tempuh dekat LOL.
also the blogger of notedbyarina.blogspot.co.id Contents in this blog is based on author's own experience and knowledge, otherwise cited. Please use with credits.
Semoga bermanfaat yaaa Terimakasih banyak sudah membaca :D